Aku adalah “Kerang Mutiara”
Pernah dengar cerita tentang kerang rebus dan kerang mutiara?
Kerang hidup dilaut. Kadang-kadang, kedalam tubuh sang kerang masuk sebutir
pasir. Pasir ini ternyata menyakiti tubuhnya. Sang kerang pun menjerit. Tapi
kata ibu kerang : “Tahanlah rasa sakitmu itu nak. Nanti akan hilang sendiri.”
Sang kerang pun menahan rasa sakit itu. Ia hanya bisa menangis.
Lama-lama rasa sakit itu memang hilang.
Ternyata lendir tangisan sang kerang, telah membungkus pasir itu. Lama-lama
pasir itu telah berubah menjadi mutiara didalam kerang. Mutiara yang bernilai
jual sangat tinggi.
Ketika nelayan menagkap kerang, maka
kerang-kerang pun dipisahkan. Ada kerang yang akan dijual dengan cara direbus
lebih dulu. Jenis kerang ini, harganya paling Rp. 5000 per piring. Inilah yang
disebut sebagai kerang rebus. Ada juga kerang yang diambil mutiaranya. Harga
mutiara ini tidak kurang dari Rp. 5.000.000,-
Nah, itulah cerita tentang kerang rebus dan
kerang mutiara. Cerita ini saya dapat dari buku karya Supardi Lee “Achiever
Masih Muda Bisa Sukses”. Hidup kita juga seperti kerang-kerang itu. Apakah kita
memilih untuk jadi kerang rebus, atau kerang mutiara? Pilihannya ada pada diri
kita sendiri. Kalau saya sih, ingin
menjadi seperti kerang mutiara. Kerang yang bisa menahan sakitnya hidup dan
bertahan untuk menghasilkan sesuatu yang sangat berharga.
Taukah anda siapa orang terkaya di dunia
saat ini? Yup, Bill Gates dengan
Microsoft-nya. Ia memulai bisnis tersebut ketika usianya baru beranjak 20
tahun. Wah, hebat baget ya..?
“… Berikan
aku 10 orang anak muda, maka akan kugoncang dunia…” Wow,
luar biasa. Itulah kata-kata Ir. Soekarno, Bapak Bangsa Indonesia. Bung Karno
memang sosok yang mengguncang dunia. Beliau presiden muslim pertama yang
membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an dalam salah satu pidatonya di Sidang Umum
Perserikatan Bangsa-Bangsa. Beliau juga salah seorang penggagas Konferensi
Asia-Afrika di Bandung, tahun 1955. (Ibu
saya belum lahir nih..) Beliau seolah memimpin negara-negara yang baru
merdeka untuk bangkit mandiri.
Kalian tentu tahu Sang Penemu bola lampu.
Siapa lagi kalau bukan Thomas Alfa Edison. Edison hanya sekolah selama empat
hari. Sampai akhir hayatnya, ia tidak bisa membaca. Itu karena ia menderita
penyakit Dislexia. Penyakit langka
ini membuat penderitanya bisa mengenali huruf, tapi tidak bisa merangkai huruf,
jadi tidak bisa membaca.
Dikelasnya, Edison dituduh sebagai siswa
bodoh. Bagi ia sendiri, sekolah sangat menyiksa. Ia pun hanya bertahan empat
hari disekolah. Setelah itu ia belajar sendiri dirumah bersama ibunya. Ibunya
pun mengajarinya dengan sangat sabar dan telaten. Karena pada dasarnya cerdas,
maka pelajaran sederhana dari sang ibu berhasil membuatnya ‘menggelora’. Ia
terus mencoba hal-hal baru yang diketahuinya. Lalu ia pun membangun
laboratoriumnya sendiri.
Banyak waktu ia habiskan di lab itu. Ia
terus mencoba dan mencoba. Tahun berganti tahun. Edison pun tumbuh menjadi
peneliti yang hebat. Setelah perjuangan yang berat selama bertahun-tahun.
Setelah ribuan kali kegagalan ia alami. Ia pun menemukan masterpiece-nya.
Ketika Edison menemukan bola lampu, perjalanan
kesana menjadi perjalanan yang fenomenal. Cerita Edison yang gagal mencoba
10000 jenis logam untuk bola lampunya telah menjadi legenda. Ia tidak
mengatakan bahwa ia telah gagal 10000 kali. Ia justru berkata : “Saya telah berhasil menemukan 10000 jenis
logam yang salah untuk bola lampu.” Wow, keren abis…!
Mereka semua adalah kerang mutiara. Mereka
bisa menahan sakitnya hidup dan menghasilkan mutiara-mutiara karya yang
mengguncang dunia. Mutiara-mutiara karya yang akan dikenang sepanjang masa. Mereka
tidak pernah menyerah dan putus asa dalam menghadapi segala ujian dan cobaan
dari Tuhan. Semua ujian dan cobaan itu mereka hadapi dengan penuh kesabaran dan
mereka yakin bahwa mereka akan sukses. Bagaimana dengan kita? Kata Kartini
“Habis Gelap Terbitlag Terang” Kita harus yakin, dibalik semua ujian dan cobaan
dari Tuhan, pasti ada hikmahnya. Sekarang, keputusan ada di tangan kita.
Setelah membaca kisah-kisah diatas, apakah Anda ingin menjadi seperti kerang
rebus atau kerang mutiara? Itu pilihan Anda. Do your best..!!

EmoticonEmoticon